Menapaki Jalan Langit

  • Asdar Azis

    Adda merupakan nama panggilan di rumah dan orang-orang terdekat.Lahir dan dibesarkan di Sulawesi Selatan,Kuliah di Kota Makassar dan Bandung,Bekerja berpindah-pindah,saat ini tinggal di Kota Palembang,senang begadang dan minum kopi susu,senang tertawa,dan memiliki cita-cita yang tinggi

Archive for January, 2009

Tersadar oleh foto

Saturday, January 31st, 2009

Baru nyadar ternyata ukuran perut sa dah besar lebih dari beberapa bulan lalu,maklum selama beberapa bulan ini olahraganya jarang banget,Beberapa orang teman di lampung bilang sebenarnya siapa seeh yang hamil sa atau nia..ya nia lah…kalao sa cuman kebagian gendutnya hahahahhaha

tadi siang waktu sa gi survey di sebuah menara air di Poltek Lampung.seorang teman memotret sa dari bawah..dan hasilnya perut battala sa terlihat sempurna…

ngos-ngosan
dah ngos-ngosan padahal br setinggi ini
di puncak menara
Pyuh…akhirnya sampai juga di puncak
lebih battala
Bagaimana sa terlihat lebih battala kan..hehehehe
gendut bukan
lihat-lihat dulu sekeliling
bandingkan dgn ini
Bandingkan dengan ini

The art of choice

Friday, January 30th, 2009

Dari beberapa pengalaman,referensi,kisah sukses yang kita simak pilihan adalah sikap hidup yang menentukan kemana arah perjalanan seseorang.Pilihan adalah kompas bagi jiwa untuk mencapai sebuah visi yang terbayang di pelupuk mata.Setiap hari kita melakukan pilihan,mau lewat mana ketempat aktifivitas hari ini ? menu makan siapa ? atau siapa gadis yang yang sa akan ajak bermalam mingguan.Setiap hari kita melakukan pilihan baik itu besar atau kecil.

Memilih sebenarnya adalah hal yang gampang-gampang susah.kadang gampang karena konsekuensinya ngak berat tapi kadang susah kalo terlalu melibatkan banyak hal.

Memilih juga butuh konsistensi terhadap apa yang di pilih,contohnya kalo kita memilih akan ke Makassar kalo tidak konsisten bisa-bisa kita ngak sampai di makassar tapi kesasar di palembang.
 

Dalam sebuah perbincangan dengan bokap,Bokap yang seorang pegawai negeri lebih mendorong agar sa mengikuti jejaknya.Menurut beliau walaupun gaji pegawai negeri cenderung kecil namun setidaknya memiliki masa depan tidak seperti sa yang sekarang cuman kuli kontrak yang setiap kali kontrak habis mesti pusing apakah di perpanjang atau tidak.sa sebagai seseorang yang memilih untuk seperti yang ada sekarang(setidaknya untuk saat ini) karena memiliki visi,khayalan atau cita-cita menjadi pengusaha/interpreuner melihat keadaan sekarang waktu untuk belajar managemen yang baik.perkara nantinya berhasil atau tidak setidaknya sa sudah berusaha.ini adalah pilihan yang mebutuhkan konsistensi untuk fokus pada tujuan.

Seorang teman baik sa yang diam-diam mencintai teman kantornya.Namun tak kunjung jelas arahnya karena mungkin teman sa ini mungkin terlalu pemalu atau si gadis yang di taksirnya terlalu jual mahal.Baru kemudian mengetahui cintanya berbalas setelah melamar gadis lain.Dia membutuhkan konsisitensi pada pilihan yang di buatnya sekalipun itu berat.

Pilihan butuh konsistensi.Namun sayang konsistensi adalah sebuah kata yang gampang di ucapkan namun butuh perjuangan untuk di laksanakan.

seperti kata-kata seorang teman,”nahkoda ulung tidak lahir dari laut yang tenang..”,jadi tetap konsisten pada pilihan coy….

Iseng dengan beton

Saturday, January 24th, 2009

Setelah beberapa lama coba-coba memperhatikan beberapa desain konstruksi beton,ada beberapa desain optimal yang bisa membantu kita menilai dengan cepat apakah desain tersebut optimal atau tidak.Optimal di sini dalam artian secara desain yang di hasilkan kuat dan hemat.

Sekali lagi ini bukan rumus pasti hanya rekapitulasi dari beberapa desain . berikut komposisi perbandigan  beton dan pembesiannya.

pelat :90 – 100 kg setiap 1 meter kubik beton
balok :110 – 160 kg setiap 1 meter kubik beton
pondasi :75 – 100 kg setiap 1 meter kubik beton
Shear wall :110 – 120 kg setiap 1 meter kubik beton
kolom :200- 280 kg setiap 1 meter kubik beton (kadang sampe 300 kg untuk daerah gempa tinggi)

Mungkin teman-teman yang lain punya pengamatan berbeda bisa di sharing di sini.