Menapaki Jalan Langit

  • Asdar Azis

    Adda merupakan nama panggilan di rumah dan orang-orang terdekat.Lahir dan dibesarkan di Sulawesi Selatan,Kuliah di Kota Makassar dan Bandung,Bekerja berpindah-pindah,saat ini tinggal di Kota Palembang,senang begadang dan minum kopi susu,senang tertawa,dan memiliki cita-cita yang tinggi

Archive for February, 2009

Memungut Jejak Sejarah

Wednesday, February 18th, 2009

Jiwa sa tersentak melihat sebuah foto,foto ini mengingatkan sa pada sebuah kenangan masa lalu.Sebuah harapan/keinginan yang sa idamkan beberapa tahun yang lalu namun setelah usaha-usaha yang sa lakukan tidak mengalami kemajuan yang baik akhirnya sa harus menelan pil pahit kegagalan.Sungguh sa tidak ingin mengingatnya kembali.

Di lain waktu,sa bertemu teman-teman lama.Berbagi rasa tentang keindahan dan kesuksesan masa lalu.Mencoba merasakan kembali “kesombongan” di masa muda yang indah.Terkadang memperbandingkan dengan apa yang ada sekarang.Sungguh jiwa sa ingin kembali ke masa itu.

Sa dan masa lalu yang kelam dan indah adalah sejarah.Atas nama keindahan romantisme dan kepedihan masa lalu mari kita tinggalkan itu semua dan berjuang untuk masa depan.

Seperti sebuah kata yang tiba-tiba terbetik di benak; “masa lalu adalah kenangan,masa kini adalah perjuangan dan masa depan adalah ketidakpastian”.Setidaknya dengan berjuang dengan baik maka ketidakpastian itu bisa bersanding dengan sebuah harapan.

 LD

* sebuah foto di hari terakhir kerja – last working day (di tahun 2006)

Kisah Perahu Phinisi yang terdampar di bumi Sriwijaya

Tuesday, February 10th, 2009

Al Kisah seorang perantau bugis yang telah setahun merapatkan perahu Phinisinya di Batavia memutuskan untuk meninggalkan kota yang indah itu.Bukan tanpa alasan karena misi di batavia selama setahun sudah selesai dan nasib telah membawanya kepada sebuah tawaran untuk membangun beberapa petak sawah di pulau sumatera sampai waktu yang belum di tentukan.Tanpa ragu dia pun menjawab tawaran ini :

Saya terima tawaran dan kontrak ini dengan syarat dan ketentuan yang berlaku…

Akhirnya dengan gagah berani,perahu phinisinya pun berlayar ke bumi Sriwijaya,tempat untuk berlabuh dalam melaksanakan misinya.Udara yang cerah dan semilir angin yang lembut menyambut kedatangan phinisi ini di bawah jembatan ampera dan dermaga Benteng kuto Besak.

Hari berganti Minggu,Minggu berganti Bulan sang perantau bugis semakin giat melaksanakan tugas-tugasnya.Di suatu hari yang cerah sang perantau Bugis ini bertemu seorang puteri dari negeri Sriwijaya.Getar-getar cinta pun kemudian bersemi diantara mereka berdua.Beberapa bulan kemudian dengan lantang  tanpa ragu di depan Ayahanda sang Puteri sang perantau berkata:

Saya terima Nikahnya dengan mas kawin yang tersebut.

Tak terasa kini sudah dua tahun phinisi itu berlabuh di bumi Sriwijaya dan si Perantau masih dengan yakin berkata

Saya Terima takdir ini dengan penuh rasa syukur

Hari yang tak biasa

Sunday, February 8th, 2009

8 February 2009 nampaknya adalah hari istimewa di lingkungan temapt tinggalku.6 buah tenda berdiri menutupi ruas-ruas jalan di kompleks ini.

peta

Dengan resepsi pernikahan yang sebanyak ini berlangsung dalam satu lingkungan,satu waktu dan kemungkinan undangannya sebagian besar sama,menurut perkiraan saya besok pagi akan ada kesulitan.

  1. Pemilik Acara 2 dan Acara 3 memasang tendanya  berhadapan tapi sayangnya akses masuk utama pemilik kedua acara ini tertutup oleh pemilik acara 4
  2. Pemilik acara 2 adalah pihak yang seluruh akses masuk ke acara pestanya tertutup karena semua akses utamanya tertutup.
  3. Besok para tetangga bingung mo menghadiri pesta yang mana karena semua acara berlangsung bersamaan.Kalo sa seeh ngak datang aja ke semuanya biar adil hehehehehe
  4. Para tetangga yang tinggal lebih di dalam kesulitan untuk memarkirkan mobilnya karena seluruh akses utama tertutup

Besok kira-kira solusinya apa ya ??