Sebuah Mimpi Yang Menganggu
Mungkin karena kemarin siang,celetukan dari Iqbal dan Norma tentang sekolah lagi,tadi malam sa bermimpi tentang PhD.Buat sa gelar PhD adalah gelar yang hanya bisa angankan.Gelar yang mungkin sa dapatkan dalam mimpi sa seperti malam ini.Bagaimana mungkin membaca S2 aja aku sulit belum…
Bukan tidak beralasan kenapa sa bisa termimpi-mimpi tentang hal ini.Salah satu wishlist sa sebelum meninggal adalah sa ingin sekali menjadi dosen setelah berhasil dalam dunia karir dan dunia Interpreneur.Sebuah angan-angan yang kelewat besar (mungkin) dengan kapasitas yang sa miliki sekarang.
Dalam sebuah kesempatan sa sempat mengungkapkan keinginan ini ke Bokap.Bokap pun sangat setuju.Menurutnya ilmu memang harus di cari dan tidak ada kata berhenti untuk itu dan sekolah lagi adalah salah satu jalan untuk itu.
Sa kemudian mengingat latar belakang pendidikan sa.Untuk sampe lulus level Bachelor degree saja sa sempat kuliah di 3 tempat.Sebagian orang mungkin menganggap itu kurang baik.Oh iya,sekolah terakhir sa levelnya D4 selevel sama S1 tapi kadang-kadang dalam beberapa interviuw terdengar tidak familiar.Oh iya..seangkatan sa cewenya cuman dua orang.tapi kedua-duanya dah selesai dan hampir selesai S2.Fisca dah selesai S2nya di Jakarta,sedang Ai bentar lagi menyelesaikan Master Degreenya di Jepang setelah sebelumnya sekolah lagi di Jerman.
Pyuh..sebuah mimpi semalam yang membuat pikiran sa terganggu…..BTW..ada yang tau caranya dapet beasiswa S2 ngak ??? nah lo……



February 3rd, 2009 at 9:38 am
Kalau emang mau jadi dosen gak perlu harus S banyak2
, kalau memang sudah sukses di karier, trend di luar negeri dan beberapa kampus berwawasan baru di Indonesia mulai mencari sebagian dosen dari professional. Karena tahu sekolah itu cuman salah satu tempat belajar, bukan satu2nya
.
Tapi kalau Adda mau sekolah formal gpapa juga ..
February 3rd, 2009 at 10:31 am
kalo begitu sa istiqomah aja dalam karir…kalo interpreneur ada bair gurunya hehehhe… masalahnya dalam karir,kadang dalam posisi tertentu tingkat pendidikan juga di perhitungakan disamping pengalaman tentunya. (loh balik-baliknya ke sekolah lagi)
BTW thanks sarannya bair.
February 5th, 2009 at 5:01 pm
tidak ada kata terlambat dalam menuntut ilmu. Setauku (soalnya aq jg sich) untuk beasiswa yang lebih dimudahkan adalah untuk guru ato dosen. Dosen pun gak harus negeri, yang swasta juga bisa dapet beasiswa asalkan statusnya dah ‘Dosen’. So solusinya adlh….
Jangan menyerah… HARAPAN ITU MASIH ADA.
^_^v
March 2nd, 2009 at 10:45 am
“HARAPAN ITU MASIH ADA”
kayaknya pernah denger nih? dimana ya