Menapaki Jalan Langit

  • Asdar Azis

    Adda merupakan nama panggilan di rumah dan orang-orang terdekat.Lahir dan dibesarkan di Sulawesi Selatan,Kuliah di Kota Makassar dan Bandung,Bekerja berpindah-pindah,saat ini tinggal di Kota Palembang,senang begadang dan minum kopi susu,senang tertawa,dan memiliki cita-cita yang tinggi

Kisah Perahu Phinisi yang terdampar di bumi Sriwijaya

Al Kisah seorang perantau bugis yang telah setahun merapatkan perahu Phinisinya di Batavia memutuskan untuk meninggalkan kota yang indah itu.Bukan tanpa alasan karena misi di batavia selama setahun sudah selesai dan nasib telah membawanya kepada sebuah tawaran untuk membangun beberapa petak sawah di pulau sumatera sampai waktu yang belum di tentukan.Tanpa ragu dia pun menjawab tawaran ini :

Saya terima tawaran dan kontrak ini dengan syarat dan ketentuan yang berlaku…

Akhirnya dengan gagah berani,perahu phinisinya pun berlayar ke bumi Sriwijaya,tempat untuk berlabuh dalam melaksanakan misinya.Udara yang cerah dan semilir angin yang lembut menyambut kedatangan phinisi ini di bawah jembatan ampera dan dermaga Benteng kuto Besak.

Hari berganti Minggu,Minggu berganti Bulan sang perantau bugis semakin giat melaksanakan tugas-tugasnya.Di suatu hari yang cerah sang perantau Bugis ini bertemu seorang puteri dari negeri Sriwijaya.Getar-getar cinta pun kemudian bersemi diantara mereka berdua.Beberapa bulan kemudian dengan lantang  tanpa ragu di depan Ayahanda sang Puteri sang perantau berkata:

Saya terima Nikahnya dengan mas kawin yang tersebut.

Tak terasa kini sudah dua tahun phinisi itu berlabuh di bumi Sriwijaya dan si Perantau masih dengan yakin berkata

Saya Terima takdir ini dengan penuh rasa syukur

Leave a Reply