Akhir kisah sang Manager

Hera sang manager tampak tegang. Sesekali teriakannya menggema memberikan semangat pada team yang sedang bertanding. Pemain dan suppoter juga mengalami ketegangan yang sama. Suasana pertandingan sedang panas. Sedikit hal saja maka tidak mustahil akan timbul perkelahian.Teriakan dari panitia untuk menjunjung tinggi sportivitas digemakan berulang kali. Detik-detik pertandingan menuju akhir dan gooool. Semua akhirnya harus diselesaikan dengan drama adu pinalti.

Ada sebuah ungkapan  “Deutschland über alles in der Welt” atau “Jerman di atas segala-galanya di Dunia”. Jerman sudah tampil dalam final piala dunia sebanyak 16 kali. Namun hanya menjadi juara pada  tahun 1954, 1974, dan 1990. Dalam Turnamen digelar di Gelanggang Futsal Telkom,team Mitratel RO Sulmapua ( MRS) datang sebagai team unggulan seperti halnya team Jerman. Bermodalkan latihan yang kerap dilaksananakan setiap Rabu malam. Team turun dengan squad dan motivasi yang tinggi. Apalagi team MRS didukung penuh oleh suppoter fanatik yang menjadikan game-game yang di mainkankan oleh team MRS menjadi game-game yang paling ramai dan heboh sepanjang turnamen berlangsung.

Hari pertama, Team MRS tampil sangat percaya diri dengan mengalahkan semua lawan-lawan yang dihadapinya. Dengan menyandang status sebagai juara group,Di hari kedua team MRS menampilkan permainan impresif dengan mendominasi setiap pertandingan. Klimaks cerita justru terjadi pada pertandingan terakhir, Team OBC yang juga bermaterikan pemain-pemain muda memberikan perlawanan sengit. Pada awal babak pertama team MRS  berhasil unggul terlebih dahulu namun memasuki babak kedua team OBC berhasil membalikkan keadaan dan membuat team MRS ketinggalan 1 gol. Nyaris sebelum babak kedua berakhir, Team MRS akhirnya berhasil menyamakan kedudukan sehingga babak tambahan harus dimainkan.

Suasana ketegangan mewarnai suasana perpanjangan waktu, apalagi team OBC berhasil unggul terlebih dahulu.Lagi-lagi di detik-detik terakhir menjelang akhir pertandingan team MRS mampu menyamakan kedudukan sehingga pertandingan harus diselesaikan dengan adu pinalti.Sayangnya diadu penalti team MRS harus menelan pil pahit kekalahan.

Sebenarnya tidak layak untuk memperbandingkan antara Team Panzer Jerman dan team Mitratel RO Sulmapua ( MRS). Ini sebuah perbandingan yang sangat pincang.Tapi bagaimana pun kisah yang terjadi dihari Sabtu dan Minggu Kemarin mengingatkan dengan kisah Petualangan Team Jerman dalam beberapa turnamen dalam kurun beberapa tahun terakhir. Para jurnalis menyebut Jerman adalah spesialis turnamen karena dari babak kualifikasi hingga putaran penyisihan, Jerman selalu tampil luar biasa… Setiap pertandingan selalu dimenangkannya. Namun di babak knock out, pasti mengalami kekalahan. Padahal penampilan Jerman sudah layaknya tim juara.

Bagaimana nasib sang Manager Team Futsal RO Sulmapua ? Setelah pertandingan kemarin, beliau lebih banyak diam sambil memainkan Samsung Galaxy Note 2 nya. Kami sebagai anggota team tetap memberikannya semangat. Masih banyak pertandingan dan turnamen yang bisa dimenangkan. Turnamen kemarin telah memberikan semangat dan cerita kekompakan team. Apakah di turnamen berikutnya kami akan menang ? Entah.

 

Reply