Buat apa capek-capek ngeblog, memang dapat apa?

Punya hobby ngeblog itu ternyata capek juga. Sudah lelah berfikir,menuangkan imajinasi, berkreasi dalam merangkai kata. Belum tentu ada yang baca juga. Kalo juga dibaca palingan komentarnya “Oh, gitu ya”. Singkat, padat, jelas dan bikin dada sedikit sesak. Belum lagi kalo gaya-gayaan pakai domain berbayar seperti empunya blog ini. Mesti keluar lagi duit buat bayar hosting,domain plus themes berbayar biar blognya lebih kinclong.Bayarnya setiap tahun lagi. Kalo sudah begini, sebenarnya apa seeh yang dicari?

Saya mulai menulis blog ketika masih bersatus mahasiswa. Ada yang bilang kalo itu era keemasan menulis blog. Masa-masa dimana skripsi sudah selesai dan menunggu wisuda sampai dengan masa bulan-bulan pertama kerja. Lalu setelah itu hobby ini pun biasanya akan hilang dan berganti dengan hobby yang lain. Kalaupun ada waktu yang tersisa untuk menulis blog biasanya kondisi fisik sudah capek dan fikirannya sudah lelah.

Ok. katakanlah rintangan tersebut bisa diatasi. Rintangan selanjutnya yaitu mencari ide tulisan. Ide menurut saya serupa memancing di empang orang – hanya contoh dan perumpamaan, jangan di tiru. Begitu kesempatan itu datang, maka harus segera ditangkap dan dieksekusi. Kalau tidak ide akan pergi dan sulit untuk kembali. Ide akan datang dimanapun dan tak kenal waktu. Ide akan menghantui fikiran walau berbatas waktu. Kalau bisa ide harus sesegera mungkin diposting jadi tulisan. Kalo tidak, tulisan tersebut hanya akan menjadi tulisan prematur. Dan selanjutnya hanya akan memenuhi draft. Asal tahu saja blog ini punya draft yang lebih banyak daripada tulisan yang diposting. Kalau sudah begini,saya agak malu hati disebut blogger. Mungkin lebih pantas disebut drafter. Blog Drafter lebih tepatnya.

Untuk cari ide biasanya saya jalan-jalan ke blog orang lain. Istilah kerennya blogwalking dead. Blog walking itu serupa datang ke counter/ toko teman sendiri. Silaturahmi tentunya. Dari situ kita jadi tahu dia lagi bikin apa atau lagi tertarik dengan apa .Dari sana juga biasanya akan muncul ide, inspirasi dan motivasi. Walaupun kadang-kadang kalau tidak disikapi dengan baik ancaman frustasi dan rendah diri akan datang menerkam. Terutama bila membaca tulisan sendiri yang rasanya begitu-begitu saja tanpa perkembangan berarti. Kalo sudah begini seribu satu alasan pun bisa timbul untuk membuat hobby menulis blog berakhir sampai disini.

Menulis blog juga katanya seperti mengkonsumsi narkoba. Katanya ya. Saya sendiri belum pernah dan mudah-mudahan tidak terjerumus narkoba. Tulisan di blog akan meminta dosis yang lebih. Dosis analisa yang lebih.Dosis mutu tulisan yang lebih. Dosis tuntutan viewer yang lebih banyak. Masa iya dari mahasiswa sampai sekarang isi blognya curhatan lebay.

Selalu ada urusan yang tak selesai di dalam Blog

Selalu ada urusan yang tak selesai di dalam Blog

Diatas semua kegundahan diatas. Hari ini saya masih menulis di blog. Walau terkadang bukan diblog ini. Ada banyak alasan yang bisa membuat berhenti menulis blog. Kalaupun tidak berhenti,setidaknya mampu membuat aktivitas tidak menulis di blog dalam waktu yang lama. Terasa berat namun dibalik itu selalu ada alasan untuk tetap kembali menulis di blog.

Pertama, Menulis di blog membuat  fikiran tetap terbuka. Rutinitas setiap hari terkadang membuat apa yang kita ketahui yang itu-itu saja. Menulis blog membuat wawasan tentang hal dan pengetahuan lain ikut berkembang. Bagaimana mungkin menulis sesuatu tanpa mengetahui objek, perilaku dan fenomena yang berada disekitar hal yang akan ditulis.

Kedua, Menulis blog telah membawa saya pada lingkungan pergaulan yang berbeda dari lingkungan yang setiap hari saya temui. Disana ada komunitas dan individu-individu yang mencerahkan. Bukan sok gaul juga namun menulis di blog telah mempertemukan saya dengan teman dan keluarga baru. Tentu saja dengan paradigma dan pola fikir yang berbeda seperti yang telah saya ketahui sebelumnya.

Ketiga, Dalam beberapa hal saya senantiasa mencatat apa yang saya lakukan. Baik itu catatan perjalanan maupun hal-hal remeh temeh seperti apa yang harus saya lakukan setiap hari. Namun beberapa kali juga saya kehilangan catatan tersebut. Menulis blog adalah dokumentasi yang baik yang membuat catatan itu tetap ada.Bisa dibuka kembali saat dibutuhkan sekaligus merasakan pengalaman kembali pengalaman yang dituliskan.

Keempat, Blog adalah tempat untuk menuangkan pemikiran tanpa sekat editor. Tidak seperti koran dan majalah, di blog pribadi anda bisa menulis apa saja. Tak ada yang melarang untuk menuliskan apapun walaupun nanti setelah dipublish akan ada tanggung jawab yang menyertainya. With great power comes great responsibility – Uncle Ben ;Spiderman.

Kelima, Saya teringat pada qoutes dari Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Di setiap masa manusia menemukan medium untuk menulis. Dari jaman batu, tulisan/gambar di dinding goa sampai pada manusia abad modern yang menulis melalui medium internet. Di masa yang akan datang setelah saya pergi meninggalkan dunia, saya berharap tulisan-tulisan yang pernah saya buat tetap dibaca oleh generasi yang akan datang.

Saya Ngeblog dan Saya Bahagia

Saya Ngeblog dan Saya Bahagia

Selalu saja ada rintangan dan hambatan untuk melakukan sesuatu namun cinta dan kebahagiaan yang ada membuat kita selalu menemukan jalan untuk kembali.

sekian dan tetaplah menulis

tulisan ini disertakan dalam lomba blog #10tahunAM

 

 

One Response - Add Comment

Reply