Menapaki Jalan Langit

  • Asdar Azis

    Adda merupakan nama panggilan di rumah dan orang-orang terdekat.Lahir dan dibesarkan di Sulawesi Selatan,Kuliah di Kota Makassar dan Bandung,Bekerja berpindah-pindah,saat ini tinggal di Kota Palembang,senang begadang dan minum kopi susu,senang tertawa,dan memiliki cita-cita yang tinggi

Archive for the ‘Applied Engineering’ Category

Kenapa Situ Gintung bisa bobol

Thursday, April 2nd, 2009

Menarik sekali analisa kabar pagi di TV-One tentang penyebab runtuhnya situ gintung tadi pagi.tadinya dah niat mo nulis di blog ini pas nyampe kantor apa daya kerjaan sudah menhadang jadi kelupa deh.

Untungnya sore ini sa dapat forward dari Milis Praktisi Jalan dan Jembatan tentang penyebab keruntuhan situ gintung ini.

Berikut sa publish lagi di sini lengakap dengan commentnya Pak HJ .

Dr Pariatmono dari BPPT:

“Kajian Penyebab Keruntuhan Bendung:

1. Curah hujan tinggi
Total 111 mm selama 5 jam (dari jam 14.00 sampai 20.00). Hujan jatuh di seluruh DAS
Kali Pesanggrahan dan perlu waktu beberapa jam untuk air ‘masuk’ dalam Situ
Gintung.
Air melimpah meruntuhkan bendung? Mestinya tidak. Bendung umumnya sudah
dirancang menahan beban air penuh.
========

HJ:

Mungkin kesimpulan ini terlalu dini kang Nono, sebaiknya opsi “sebab kegagalan bendung akibat air melimpah” ini tetap dibuka saja untuk diseldiki lebih lanjut.
Logikanya? kalau luas situ sekarang sudah berubah dari 30 ha menjadi 20 ha, tanpa memasukkan faktor sedimentasi, kapasitas tampung Situ Gintung ini sudah berkurang menjadi hanya sebanyak 20/30-nya, atau tinggal 66.7% dari kapasitas awal (Asumsi kedalaman bendung sama sperti pada saat situ ini dibuat).
Sekarang kalau kita masukkan faktor pendangkalan akibat sedimentasi, maka jumlah ini akan berkurang lebih banyak lagi tergantung dari berapa banyak sedimentasi yg terjadi selama kurun waktu 90 tahun belakangan ini. Belum lagi berubahnya tata guna lahan, climate change-lah, etc. yg merubah jumlah debit air yang masuk ke Situ.
Dari data yg ada (ICOLD), bendungan tanah yang runtuh karena sebab overtopping (air limpasan) sebanyak 35%, karena piping dan seepage (erosi internal dan eksternal) sebanyak 38%, dan hanya 21% karena kegagaln pondasi. Lainnya sebab2 lain (8%).
Tapi menariknya, yg runtuh akibat kegagaln pondasi kebanyakn terjadi pada umur dam yang relatif muda, yaitu sekitar 12 tahun atau kurang. Dam2 yg tua spt Situ Gintung ini, kebanyakan runtuh karena sebab2 overtopping dan erosi dan terjadi setelah dam ini berumur lebih 30th.
Jadi kemungkinan terjadinya keruntuhan akibat sebab overtopping dan erosi lebih tinggi daripada kegagalan pondasi (geoteknik).

Mangga kang..ini hanya sekedar memberikan input utk disediki lebih lanjut..

==========
Dr Pariatmono BPPT:

2.Beban sedimen
Seperti terlihat pada gambar, pengerukan dilakukan terutama di tengah Situ Gintung.
Hal ini dapat dimengerti, yaitu mencegah dinding Situ Gintung longsor ke dalam
Namun demikian, pada bagian yang cukup tipis (yaitu di tempat yang runtuh), sedimen
cukup tebal. Hal ini menyebabkan dinding bendung dibebani lebih besar daripada
seharusnya
Darimana sedimen berasal?
Perubahan peruntukan daerah sekitar bendung dari hutan menjadi pemukiman (dan wisata)
Banyaknya sedimen juga menjadi alasan perubahan peruntukan bendung dari irigasi menjadi
wisata
===============

HJ:

Setuju, sedimentasi bisa membebani tanggil utk arah hilir (downstream) sehingga stabilitas ke arah hilir-nya bisa terpengaruh. Masalahnya, apakah sedimentasi ini sampai ke atas badan tanggul sehingga berat sedimen ini membebani tanggul pada zona aktif (wah ini istilah geoteknik nih..punten bagi yg tidak mengerti..).
Kalau menurut informasi Pak Wayan dari ITB yg sudah melakukan site visit, dpt saya simpulkan bahwa bendung ini cukup landai di arah hilir-nya (upstream), yang artinya kemungkinan tambahan beban ini tidak begitu banyak. (Mohon koreksi jika saya salah pak Wayan..)

Sekedar input juga..untuk diseldiki lebih lanjut..

=============
Dr Pariatmono BPPT:
3. Gangguan kestabilan bendung akibat perubahan fungsi lahan di sekitar daerah hilir bendung
Kurangnya perawatan sehingga memperbesar beban terhadap dinding bendung.

==============
HJ:

Your analysis really hits the nail on the head!.
Setuju sekali..Inilah sebab utamanya..Kurangnya perawatan yang memadai, kurangnya orang yang mengerti tentang bagaimana cara merawat dan menjaga keselamatan bendungan.
Tinggal diselidiki lebih lanjut dimana putusnya mata rantai perawatan ini shingga kita bisa memperbaiki kinerja perawatn bendung2 lainnya utk menghindarkan tragedi spt ini lagi.


Apa yang akan sa lakukan seandainya sa adalah engineer yang menangani bencana situ gintung

Saturday, March 28th, 2009

Situ gintung adalah tempat yang indah,begitulah kesimpulan sa melihat banyak foto-foto panoramic di tempat ini.Sayang bobolnya tanggul situ gintung kemarin menelan banyak korban jiwa.Dalam kondisi seperti ini biasanya solusi-solusi sangat di butuhkan untuk mengatasi permasalahan yang ada.Tanpa bermaksud untuk mengabaikan siapa yang bersalah dan yang harus bertanggung jawab akan bencana ini,apa yang bisa kita lakukan adalah hal yang lebih penting di lakukan dalam situasi saat ini.

Terlepas dari persoalan ikhlas atu tidak ikhlas,persoalan tulus atau tidak tulus atau mau kampanye atau membantu, keberadaan posko-posko bantuan oleh parpol di tempat ini amat sangat sa apresiasi sebagai pribadi.Bantuan kemanusian dari banyak pihak yang terus berdatangan adalah cermin dimana empati di negeri ini masih hidup.

Terlepas dari semua hal itu,dalam hidup apapun yang terjadi haruslah menjadi sebuah pelajaran agar kehidupan kedepan dapat lebih baik.Mencoba untuk memetik pelajaran sa mencoba untuk berandai-andai.Sa merasa bukan seorang engineer yang handal tapi kalo sa adalah seorang engineer yang di minta untuk memberikan solusi untuk bencana situ gintung maka yang akan sa lakukan adalah (dari sisi engineering):

  • Hal pertama yang harus di lakukan adalah menutup lubang bocornya tanggul.Hal ini penting karena dengan kondisi cuaca sekarang bukan tidak mungkin volume air yang ada akan terus bertambah.Lubang yang ada akan terus menerus terkikis air sehingga besaran tanggul yang bobol akan terus bertambah.Hal ini perlu penanganan yang cepat untuk hal ini. Di TV aja kemaren siang malah ada longsor tambahan.Temporary solution menurut sa yang tepat adalah menutup Bobol ini dengan menggunakan Bronjong.

Bagi teman- teman yang belum mengetahui apa itu bronjong.Bronjong bukanlah nama makanan yang banyak di jual dipinggir jalan. Bronjong adalah struktur penahan tanah yang terbuat dari kawat dan di dalamnya di isi dengan batu kali.

brojong

kawat bronjong

Kenapa menurut sa konstruksi ini tepat sebagai temporay solution adalah karena dengan struktur ini bisa di apply langsung di lokasi mengingat untuk membangun tanggul beton butuh waktu yang lebih lama dan di butuhkan suatu struktur tambahan (perancah) untuk menahan sampai betonnya kuat.Konstruksi ini juga bisa di buat dalam bagian-bagian kecil sehingga proses pengerjaannya lebih mudah.

Namun metode konstruksinya butuh “sentuhan khusus”.Bagian yang mulai di pasang adalah bagian pinggir yang tanggul yang bobol plus bagian tanggul yang berpontensi untuk longsor.Di mulai dari kedua sisi berturut turut sampai ke tengah dan di pasang dalam bentuk lapisan (layer).Kenapa hal ini harus di lakukan ? pertama untuk membatasi agar lebar tanggul yang bocor tidak bertambah.Kedua agar pelaksanaanya lebih mudah.

Gambarannya mungkin seperti ini :

1

Bronjong di pasang mulai dari sisi yang paling pinggir ke arah tengah per lapis

2

Lapisan pertama selesai di lanjutkan dengan lapisan ke dua

3

Di pasang per lapis (layer) sampai pada sisi atas

Nah setelah pemasangan bronjong selesai maka hal selanjutnya yang di lakukan adalah

  • Melakukan pengecekan di seluruh tanggul dan menganalisa bagian-bagian yang perlu di perbaiki.setiap case mungkin saja membutuhkan penanganan yang berbeda.
  • Bronjong tadi cuman temporary solution,permanen solution yang selanjutnya adalah membangun kembali tanggul beton yang permanen.
  • Perlunya di atas tanggul di tanam pepohonan terutama yang berakar serabut.

Yah namanya juga khayalan…belum tentu akan di laksanakan..hehehehehe

Monopole Greenfield Tower

Friday, March 27th, 2009

Kemaren dalam sebuah meeting sa di tanya tentang bagaimana metode konstruksi untuk membangun monopole tower.

Sa harus mempresentasikan metode konstruksi tower monopole sementara sa sendiri belum pernah melihat bagaimana tower m0nopole nya dibangun .Untunglah sa sempat sharing dan berbagi cerita dengan teman-teman yang juga bekerja dalam bidang ini sehingga sa bisa memberikan gambarannya walaupun maka  terpaksa membuat costumer dan team site accoustion menjadi agak berhayal

Alhamdulillah hari ini sa menemukan jawabannya.silahkan di nikmati.namun dalam opini sa pelaksanaannya di Indonesia perlu sedikit disesuaikan dgn kondisi di lingkungan ditempat pembangunan towernya.