Menapaki Jalan Langit

  • Asdar Azis

    Adda merupakan nama panggilan di rumah dan orang-orang terdekat.Lahir dan dibesarkan di Sulawesi Selatan,Kuliah di Kota Makassar dan Bandung,Bekerja berpindah-pindah,saat ini tinggal di Kota Palembang,senang begadang dan minum kopi susu,senang tertawa,dan memiliki cita-cita yang tinggi

Archive for the ‘Curhat’ Category

Selamat jalan sepupu-sepupuku

Thursday, January 15th, 2009

29 September 2008

Tadi sebelum sholat subuh,Bokap menelpon ke palembang.Tidak biasanya bokap menelpon di jam seperti itu.Bokap mengabarkan sebuah berita duka dari keluarga.

salah seorang sepupuku Abdul Rahman yang biasa di panggil Ramang meninggal tadi malam jam satu. Tidak ada yang aneh hari itu.Sore itu sekitar jam tiga Ramang masih sempat bercanda dan bercengkrama dengan keluarga.Tiba-tiba Ramang tidak sadarkan diri.Oleh Keluarga kemudian di bawa ke Rumah Sakit Umum Rappang.

Pihak rumah sakit rupanya tidak dapat berbuat banyak.Kemudian Ramang di bawa ke Rumah sakit Fatimah Pare-Pare untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensive.Namun rupanya Allah memiliki kehendak yang lain,tadi malam jam satu Ramang meninggal dunia.

Ramang dan sa cukup dekat.Terakhir kali sa berbicara dengannya pada pesta pernikahanku di rumah.Cuman lewat telpon,dia tidak sempat hadir karena masih berada di Ternate Maluku.Tak di sangka itu adalah percakapan terakhir kami.Dia adalah orang yang baik,ramah dan pandai bergaul di tambah dengan wajahnya yang ganteng membuat dia menjadi idola banyak wanita.Umurnya masih muda tapi Allah punya rencana yang lain untuknya.

Pada Awal ramadhan juga salah seorang sepupu kami Salim juga di panggil ke hadirat Allah.Seorang ayah yang baik,masih muda dan merupakan tulang punggung keluarga.hari itu Salim meninggal setelah mengalami kecelakaan sepulang dari kampung halaman Ibu di soppeng.

Ramang dan Salim keduanya adalah sepupuku,begitu dekat dengan keluarga dan meninggal dalam usia muda.Sejatinya mengingatkan bahwa maut merupakan sesuatu yang nyata akan datang tanpa di sangka dan datangnya tiba-tiba. Selamat jalan sepupu-sepupuku,semoga kalian mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.Kami yang masih hidup ini juga hanya tinggal menunggu waktu untuk menyusul. Hidup memang bukan persoalan panjang pendeknya umur tapi berapa arti dari perbuatan selama kita menjalaninya.