Kado itu bernama Tour Celebes

Apa yang kamu lakukan dihari ulang tahunmu? Membaca dan membalas satu-satu ucapan selamat ulang tahun? Mentraktir teman-teman makan-makan? Atau memberikan diri sendiri hadiah spesial? Bila tak ada yang memberikan kado. Soal hadiah spesial umumnya orang akan mengharapkan sebuah hal yang menyenangkan. Apa jadinya kalo ternyata kado itu ternyata membuatmu terlihat menyiksa diri karena begitu menguras fisik maupun mental. Percayalah saya baru saja mengalaminya.

Buat apa susah-susah?

Sebagai seorang pesepeda amatiran mengikuti sebuah tour jarak jauh tentu saja merupakan salah satu impian. Beberapa bulan lalu saya sempat mengikuti sebuah tour tahunan dengan jarak 100 km dari Surabaya menuju ke Bromo. Disana saya merasakan pengalaman pertama yang begitu membekas dihati dan tentu saja keinginan untuk mengecap rasanya di lain waktu.

Ketika SCC mengadakan sebuah tour di Makassar mata saya langsung berbinar namun disaat yang sama membuat hati saya juga ketar-ketir. Senang karena tournya diadakan di Makassar yang artinya  dari segi biaya akan cukup terjangkau namun ketar-ketir karena jarak touring cukup jauh. Touring akan berlangsung menempuh jarak sepanjang 401 km dengan melewati jalanan menanjak berkelok yang terbentang dari Makassar ke Bone. Dilanjutkan dengan rute memutar yang lebih menantang melewati Sinjai dan Malino. Perjalanan panjang ini direncanakan akan dilakukan dalam 2 hari.

Sejujurnya saya tidak terlalu yakin untuk bisa melewatinya namun sang istri mendorong untuk tetap ikut. Tour ini sendiri sejatinya bukan sebuah pertandingan. Namun menyelesaikan perjalanan dengan jarak sejauh itu dengan bersepeda tentunya akan memberikan pengalaman yang sulit dilupakan.

Iringan sepeda ( source: Fajar online)

Iringan sepeda ( source: Fajar online)

Persiapan

Musim hujan telah datang. Kota Makassar diguyur hujan berhari-hari. Terkadang dari pagi hingga sore. Persiapan latihan kebanyakan saya lakukan di dalam ruangan. Sungguh berat bangun di pagi dingin disaat bantal dan selimut yang hangat memanggil.

Sebuah kegalauan menghampiri saya dalam sekitar seminggu sebelum touring. Dalam sebuah sesi latihan menuju Malino. Sebuah kota kecil berjatak sekitar 73 km dari Makassar. Dalam perjalanan: Hub (poros tempat roda berputar) roda belakang mengalami kerusakan sehingga membuat saya harus berbalik arah sekitar 18 km sebelum Malino. Kondisi ini sedikit membuat saya galau karena seminggu sebelum touring dimulai saya berharap sepeda sudah betul-betul siap sehingga saya dapat benar-benar dapat fokus untuk latihan dan istirahat.

Sambil menunggu proses perbaikan, iseng saya membuka-buka sebuah situs belanja online,Salah satu dari barang yang sudah cukup lama saya idamkan adalah sepasang wheelset aero berbahan karbon. Wheelset adalah satu stel (sepasang) roda sepeda lengkap beserta hub (poros tempat roda berputar), rim (velg) dan jari-jari (spoket) yang sudah dirangkai dan siap pakai.

Sayangnya harga sepasang whellset aero berbahan karbon sungguh tak masuk akal buat kantong saya. Sampai akhirnya saya menemukan sepasang whellset yang dilego dengan harga yang cukup terjangkau. Kontan saya bersorak.Dua hari kemudian whellset itu pun datang, hati saya gembira bukan kepalang. Kegembiraan itu sedikit berkurang karena ternyata sprocket (gigi belakang) yang cocok dengan wheelset tersebut tidak tersedia di Makassar.Saya kembali mencari di sebuah situs online. Beruntung barangnya ada.

Gara-gara whellset itu saya sedikit agak tegang. Pengiriman barang agak sedikit terlambat. Tiga hari sebelum touring barang tersebut belum juga sampai di Makassar. Apalagi pihak pengiriman salah memberikan nomer tracking sehingga membuat saya menunggu tanpa kepastian. Syukurlah keesokan harinya barang tersebut datang. Lega. Sayangnya karena waktunya mepet saya akhirnya tidak bisa mencoba wheelset tersebut.

Pit Stop

Pit Stop

The show must go on.

Banyak website olahraga yang memberikan saran agar tidak menggunakan apparel baru pada saat lomba. Seharusnya peralatan sampai pakaian sebaiknya telah coba sebelum hari lomba yang sesungguhnya. Hal ini dimaksudkan agar si pemakai telah beradaptasi dengan peralatan yang dipergunakan dan tentunya melakukan perbaikan-perbaikan bila ternyata ada hal-hal yang dirasa kurang.

Di touring ini saya nyaris tidak mengindahkan saran tersebut. Namun dengan segera saya merasakan akibatnya. Touring baru berjalan tidak begitu jauh namun ban belakang saya sudah pecah. Tidak hanya sekali namun beberapa kali sampai ban dalam cadangan saya habis terpakai. Dalam rasa frustasi, saya menelpon seorang teman agar mau mengejar saya dan membawakan whellset. Beruntung teman saya mau.

Tidak banyak yang bisa saya ceritakan di hari pertama kecuali naik turun mobil mekanik, ganti ban dan bersepeda secepat-cepatnya mengejar rombongan.Betul-betul hal yang menguras emosi.

Hal yang berkesan bagi saya dihari pertama justru pada perjalanan di pit stop akhir menuju finish. Setelah dilibas tanjakan panjang perjalanan pun diakhiri dengan rute sepanjang 35 km yang dominan turunan menuju Kota Watampone. Peserta yang kebanyakan sudah lelah,nyaris memacu sepedanya dengan kecepatan tinggi. Di sebuah belokan oval, sebuah sepeda terjatuh dan menyebabkan tabrakan beruntun. Tanpa di komando seluruh peserta berhenti. Seorang peserta yang berumur sekitar 50-an terluka di bagian pelipis dan satu peserta tergeletak di jalan tak bisa bangun.Panitia dengan sigap segera menaikkan kedua peserta yang terluka diatas mobil ambulans. Hebatnya bapak yang terluka di pelipis ini tetap semangat dan tetap ikut dalam rombongan touring keesokan harinya. Sedang yang satunya terpaksa tidak bisa melanjutkan touring karena membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Saya sendiri terpaksa harus menyelesaikan hari pertama dengan whellset depan pinjaman dari sepeda salah seorang peserta yang tidak bisa lagi melanjutkan touring. Cukup menegangkan karena ternyata lebar rimnya lebih kecil sehingga rem depan tidak terlalu berfungsi. Sementara medan yang ditempuh kebanyakan berupa turunan. Beruntung tidak terjadi satu apapun sampai finish di Rumah Jabatan Bupati Bone.

Iringan sepeda ( Source: Facebook)

Iringan sepeda ( Source: Facebook)

Persaudaraan antara pesepeda.

Momen istirahat ini saya manfaatkan dengan “curhat” tentang kondisi sepeda saya. Atas saran dari salah satu peserta, saya dianjurkan untuk melilitkan isolasi kebagian dalam frame. Suspect penyebab ban saya sering pecah adalah tekanan jari-jari roda yang langsung mengenai ban dalam tanpa peredam. Panitia dengan senang hati membantu untuk saya untuk proses tersebut. Masalah kedua datang karena saya benar-benar kehabisan stok ban dalam cadangan. Tidak menunggu lama, akhirnya saya dapat pinjaman ban dalam cadangan dari peserta lain. Bahkan saya dapat bantuan dipasangkan juga. Menjelang pulang ke hotel urusan ban ini selesai juga.

Kami menginap di Hotel Wisata.Di belakang hotel rupanya ada pertunjukan music. Sayangnya kebanyakan peserta sudah terlalu lelah unuk menonton.

“Tolong hari ini jangan berulah ya. Biarkan saya menikmati sisa touring ini dengan baik” ucap saya ke ban sepeda saya. Valentino Rossi sang legenda Moto GP sering mengajak motor tunggangannya berkomunikasi. Saya iseng saja melakukan hal yang sama. Berharap keberuntungan yang sama. Semoga semesta mendukung.

Medali Finisher

Medali Finisher

Sensasi Tanjakan

Salah satu kelemahan menggunakan Whellset Aero yang cukup lebar adalah hembusan angin dari samping. Bobotnya yang ringan kadang membuat keseimbangan sedikit goyah. Whellset ini sebenarnya cocoknya di gunakan dalam lomba dan kurang pas untuk touring panjang seperti ini. Kondisi ini membuat saya pandai-pandai saja membaca arah angin dan berlindung pada peserta lain.

Perjalanan Bone – Sinjai melewati jalan yang lurus dengan sedikit tanjakan dan turunan. Cuaca cerah menggantikan hari pertama yang terkadang diguyur hujan.Peleton melaju cukup kencang, pengukur kecepatan menunjukkan kecepatan bahkan terkadang diatas 40 km/jam. Doa saya terkabul, hari ini ban sepeda saya baik-baik saja sehingga saya bisa sepenuhnya menikmati perjalanan di hari kedua.

Selepas kota Sinjai menuju ke Malino, tantangan utamanya pun dimulai. Di pit stop Sinjai saya sempat mencicipi minuman khas bernama Ireks, Campuran antara air tape tapioka, susu dan minuman berenergi. Rasanya segar namun sepertinya membuat jantung saya berdetak lebih cepat. Udara panas dan tanjakan panjang membuat otot cepat keram. Beberapa kali saya sempat berhenti, melemaskan otot terutama otot paha. Sedemikian keramnya sampai saya tidak sanggup meluruskan kaki.

Rute Sinjai – Malino melewati pinggiran pegunungan. Pemandangannnya sangat indah. Deretan gunung dan hutan yang dinikmati dari atas ketinggian sangat menghibur hati. Jarak Pit Stop Sinjai menuju Desa Arabica di Sinjai Barat sekitar 45 km. Di Pit Stop ini rencananya kami akan singgah makan siang. Sayangnya rombongan baru dapat mencapai pit stop ini pada pukul 14.30.

Setelah makan siang,Panitia dan peserta berkumpul bersama. Melakukan evaluasi. Rombongan di jadwalkan untuk tiba di Makassar pukul 18.00. Namun melihat kondisi peserta dan beratnya rute yang harus ditempuh sepertinya sulit mencapai Kota Makassar pada waktu yang telah ditentukan. Dengan berat hati akhirnya keseluruhan peserta terpaksa harus diloading dan diturunkan diperbatasan Makassar. Untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan bersama dan finish di Rumah Jabatan Walikota Makassar.

Seluruh Peserta Tour Celebes Enduro Fun

Seluruh Peserta Tour Celebes Enduro Fun

Penutup

Tour Celebes Enduro Fun ini punya slogan “ Start bersama, Gowes bersama, Finish Bersama”. Tanjakannya memang cantik, tantangannya memang luar biasa namun kebersamaan dalam touring ini terasa jauh lebih melekat. Kekompakan dan keramahan Panitia benar-benar mengesankan. Tidak mudah memberikan kesan baik untuk sebuah event yang masih pertama diadakan.

Kesamaan passion terhadap kegiatan olahraga seperti bersepeda mampu menaklukkan perbedaan..Dengan bersepeda, saya telah mendapat kesempatan untuk memperoleh dan mengenal banyak teman. Bersepeda telah menjadi sebuah bagian penting. Melanjutkan jalinan persahabatan sekaligus merasakan petualangan-petualangan baru.

Kalau ditanya apakah saya akan ikut event seperti ini lagi? Saya akan menjawab “ Godaan ini sulit untuk ditolak “.

2 Comments - Add Comment

Reply