Kesempatan kedua

hidup

Hari menjelang maghrib ketika saya tiba di tempat usaha milik Nia- Istri saya. Lina,pegawai yang menjaga outlet itu segera menyambut saya.

” maaf ye telat. tadi macet nian di talang keramat ” kata saya sambil menyeka air hujan yang jatuh di wajah saya.

” dak apo kak ” ujarnya sambil tersenyum.

” aku nyari mobel bak dulu ya.. ” kataku sambil menutup pintu mobil.

Hari ini saya dan istri bersepakat untuk memindahkan outlet itu. Beberapa bulan terakhir ini penjualannya menurun.Ada beberapa tempat yang sudah kami survey. Hari ini sewa tempatnya habis sehingga saya harus memindahkan barang-barang yang ada di sana segera.Seharusnya pekerjaan ini sudah selesai beberapa jam yang lalu namun saya terjebak macet dalam perjalanan sehingga semuanya menjadi telat.

Jalan Kolonel Haji Burlian agak semraut.Disisi jalan bekas-bekas galian bertumpuk.Ada pelebaran jalan.Hujan bertambah deras membuat jalanan lebih licin . Berkendara di belakang bis kota yang suka berhenti mendadak butuh kesabaran ekstra.Setidaknya dua kali moncong mobil yang saya kendarai hampir menyeruduk pantat bis kota itu.Saya berharap segera sampai di tempat untuk menyewa mobil bak sebelum mereka tutup.

Di sebuah kesempatan terlihat space yang cukup panjang. Segera saya meliukkan mobil mengambil sisi dari bis kota tersebut.rupanya bis kota tersebut tidak mau kalah dengan menambah kecepatan.saya tersenyum.Dengan body mobil yang lebih aerodinamis dan kapasitas mesin yang besar bukan hal yang sulit mengalahkan bis kota itu dalam adu kecepatan.Dengan sekali menginjak gas akhirnya tertinggallah bis kota tersebut.Mobil kemudian memasuki sebuah turunan dengan cepat .Samar-samar mobil di ujung turunan memberikan isyarat dengan lampu stop.

Secara perlahan saya menginjak tuas rem.Alangkah terkejutnya ketika ternyata rem tidak berfungsi.Ada kebocoran dengan sistem pengereman mungkin.Berulang kali saya menginjak tuas rem namun tidak ada respon.belum sempat saya berbuat sesuatu yang lain,terdengar bunyi braaak dengan keras. Saya sempat melihat bagian depan kap terlepas ke arah kaca mobil dan sedetik kemudian dunia serasa gelap.

Beberapa detik saya sempat kehilangan kesadaran.Perlahan saya membuka pintu.Pecahan kaca dan tetesan oli menghiasi aspal yang hitam.Saya selamat tanpa luka sedikit pun.

Beberapa bulan kemudian..

Semua media sedang mengabarkan berita kematian Marco Simoncelli.Rider moto GP bernomor 58. Dia terkenal, aksi yang berani,dan juara dunia.Setelah kecelakaan hebat di sirkuit Sepang Malaysia,nyawanya tak tertolong lagi. Dengan tertunduk,saya mengenang peristiwa beberapa bulan lalu.Saya telah memperoleh kesempatan kedua untuk hidup. Sekiranya Tuhan berkehendak lain,mungkin postingan ini tidak pernah akan saya buat.

Palembang,Oktober 2011

 

8 Comments - Add Comment

Reply