Memungut jejak kenangan di kampung halaman

“Kita ini sering merasa muda dalam 2 hal, umur dan rasa ( semangat)” – Khotbah Jumat seorang khatib di Pacongkang , Soppeng.

Walaupun perjalanan mudik tahun ini tidak terlalu jauh seperti tahun-tahun sebelumnya,namun rasa dan sensasi kembali ke kampung tidak berubah sama sekali.Nyaris selama sembilan tahun,perjalanan mudik harus di tempuh dalam jarak ribuan kilometer. Tak jarang suasana Idul Fitri hanya dihabiskan sendiri dalam kamar kost sambil menikmati mie instan rasa ayam. Tahun ini adalah Idul Fitri pertama selama kembali bermukim di Makassar.

Kebiasaan menyebut seluruh nama penyumbang di Masjid di Kampung Halaman saya di Sidrap tetap lestari sampai sekarang. Walaupun mungkin tidak valid namun kondisi ekonomi warga dapat diukur dari besaran sumbangan yang di terima Masjid setiap tahunnya. Tahun ini Masjid di samping rumah sedang di percantik wajahnya dengan perluasan teras. Sumbangan yang di terima pun lebih dari cukup untuk penyelesaian pekerjaan tersebut.

Berikut beberapa jejak dari mudik kemarin ( Klik gambar untuk memperbesar):


From Mudik season, posted by Asdar Azis on 8/12/2013 (30 items)

Generated by Facebook Photo Fetcher 2


(Mudik season)

Reply