Menapaki Jalan Langit

  • Asdar Azis

    Adda merupakan nama panggilan di rumah dan orang-orang terdekat.Lahir dan dibesarkan di Sulawesi Selatan,Kuliah di Kota Makassar dan Bandung,Bekerja berpindah-pindah,saat ini tinggal di Kota Palembang,senang begadang dan minum kopi susu,senang tertawa,dan memiliki cita-cita yang tinggi

Cerita seputar Songket Palembang

April 11th, 2009

Sa baru tau kalo songket palembang itu punya motif yang berbeda dan nama yang berbeda pula.Maklum sa kan orang bugis yang kebetulan tinggal dan beristri orang palembang hehehehehehehe wajar saja kalo kurang ngerti.Dalam acara Kick Andy 5 Desember 2008 Sultan Iskandar Mahmud Badarudin sempat menyinggung tentang motif songket dan peruntukan motif-motif songket walau hanya sekilas.

Sa sempat di ajarin sama teman untuk membedakan yang mana songket yang bagus dan mana songket yang kurang bagus.Songket yang bagus menurut teman sa secara teori adalah songket yang susunan benangnya halus, rapi dan rapat.Kalo dalam prakteknya seeh untuk pemula harus ngelihat contoh songket yang bagus dan kurang bagus dulu baru tau di mana letak perbedaaannya.

Harga songket juga bervariasi. Dari yang murah sampai yang bisa bikin orang pingsan(ahhh sepertinya penjelasan teman sa agak berlebihan).Kebetulan sa pernah ke sentra penrajin songket bersama teman yang paham dgn seluk beluk persongketan. kalo disana seeh  harganya mulai dari 700rb-an sampai songket yang berharga berjeti-jeti.

Sedikit cerita unik tentang nyokap,waktu itu sa pernah mengirimkan/menghadiahkan untuk nyokap sepasang kain songket  (biasanya sepasang songket terdiri dari satu kain yang berbentuk sarung dan satu selendang).songketnya seeh yang tengah-tengah  bukan yang mahal banget dan bukan yang murah banget.Karena ketidak tahuan nyokap menggunakan songket (kesalahan sa juga seeh ngak ngasih tau) maka songket itu di sulap ujung atasnya menjadi rok panjang.sa sempat tergeleng-geleng melihat kain songket berubahan rupa menjadi rok panjang.

Motif songket pun beragam.Konon jumlahnya ada puluhan.Berikut sebagian yang sa ketahui (source : www.songket-palembang.com)

Photobucket
Bungocino

lempus berakam
Lempusberakam

Nago betarung
Nagobetarong

biji pare
bijipare

bintang berante
bintangberante

bungo pacik
bongopacik

bungo kayu apuy
bungo kayu apuy

bungo intan
bungo intan

bungo jepang
bungo jepang

cantek manis cempuk
cantek manis cempuk

kanago makan ulet
kenago makan ulet

nampan perak
nampan perak

pulir
pulir

tabur limar
tabur limar

tigo negeri
tigo negeri

Ini kan cuman beberapa,aslinya seeh masih banyak lagi.

Oh iya postingan ini saya tutup dengan cara merawat songket.

  1. Jangan pernah mencuci songket pake mesin cuci atau di sikat apalagi di banting-banting kayak kalo  nyuci di pinggir sungai.Songket itu cukup hanya di angin-anginkan.
  2. Kain songket bagusnya di simpan dengan cara di gulung ke tabung paralon trus di lapisi dulu pake kertas roti atau kertas kopi.jangan sekali-kali pakai kertas koran.sebaiknya jangan di lipat apalagi kalo ngelipatnya kayak ngelipat kain pel.menurut teman gw benang emasnya bisa patah.
  3. Simpannya dalam lemari dalam posisi  berdiri atau miring (di pasar-pasar biasanya sa lihat ada yang jual box khusus untuk penyimpanan songket).Jangan di simpan di sembarang tempat karena bisa hilang hehehehehe.
  4. Sebaiknya lemari penyimpanan di lengkapi dgn menangkal rayap dan ngengat (banyak di jual di toko terdekat kok) atau kalo mau praktis pake butir-butir lada atau cengkeh.

otreh…selamat bersongket ria….

Masjid Agung Palembang bukti kebesaran sejarah Islam di bumi Sriwijaya

April 11th, 2009

Hari Jumat ini sa berkesempatan untuk sholat jumat di Masjid Agung Palembang.Selain tentu saja untuk beribadah sholat Jumat sa juga memiliki janji dengan seorang kakak kelas saya yang kebetulan lagi mengunjungi keluarganya di Palembang.

Menurut sejarah,Masjid Agung Palembang di bangun oleh Sultan Mahmud Badarudin I pada tahun 1738.Masjid Agung terdiri dari 2 bangunan utama dengan arsitektur perpaduan antara China,Arab dan Eropa.Bangunan pertama adalah ruang sholat utama merupakan bangunan yang berbentuk persegi empat yang berukuran sekitar 30 x 36 meter persegi.Atap bangunan ini berbentuk limas seperti yang menurut sa adalah khas bangunan palembang yang di lengkapi dengan detail yang berbentuk  seperti tanduk yang mirip dengan atap klenteng.Mimbar dan beberapa fasilitas yang terdapat di dalam bangunan ini terbuat dari kayu dengan ukiran khas palembang.

Bangunan utama kedua juga merupakan temapat untuk sholat dan kegiatan-kegiatan keagamaan lain seperti perpustakaan  mengelilingi bangunan utama seperti hurup U.bangunan ini terdiri dari tiga lantai yang mengingatkan sa dengan arsitektur eropa yaitu bangunan tinggi dengan kaca berwarna-warni.Kusen dari bangunan utama kedua ini juga terbuat dari kayu dengan beberapa ornamen khas ukiran palembang.

Berikut beberapa photo yang sempat sa jepret beberapa waktu lalu dan kemarin :

Photobucket

Masjid Agung di Senja Hari

Photobucket

Maghrib

Photobucket

Sholat

Photobucket

Berdoa

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Solusi untuk Situ Gintung

April 2nd, 2009

Masih dari kabar pagi TV-One,untuk situ gintung ada 3 buah solusi yang mungkin bisa di lakukan.

  1. Melakukan perbaikan Tanggul dengan konstruksi yang permanen
  2. Mengembalikan fungsi situ gintung sebagai daerah aliran sungai (DAS)
  3. Membangun bendungan-bendungan kecil dan sungai sungai kecil sebagai penyangga situ gintung.

Sa sebagai orang biasa hanya berharap apapun opsi yang di pilih semoga itu yang terbaik dan semoga kehidupan di sana bisa kembali normal.