Pasar Tomohon dan Jelajah Kuliner Ekstrim

Berbicara tentang apa yang bisa dimakan.Setiap kita mememiliki perbedaan tergantung dengan apa yang kita percayai. Teman saya dari India misalnya begitu cerewet bila diajak makan bersama. Dia akan terus menanyakan makanan apa ? terbuat dari apa? . Dan ketika kami menyebutkan kata kunci daging sapi, ia akan langsung mundur teratur. Dalam beberapa perjalanan, saya terkadang ragu ketika ingin mencicipi makanan. Apalagi ketika masuk di suatu daerah dimana spanduk makanan olahan babi gampang di temukan di jalan.

Matahari sudah naik nyaris naik sejajar ubun-ubun. Udara sejuk berhembus mengusir hawa panas perlahan-lahan. Dari Manado kami berkendara sekitar 25 km menuju Tomohon melewati jalan yang berkelok-kelok. Tomohon adalah kota wisata yang di apit oleh dua buah gunung : Gunung Lokon (1.689 m) dan Gunung Mahawu (1.311 m). View Tomohon menyajikan langsekap yang dramatis: pemandangan kota dengan latar gunung. Kami melewati jalan dari sisi Gunung Mahawu sehingga bisa memandangi Gunung Lokon yang legendaris itu  dengan puas. Gunung ini terakhir meletus dibulan Juli 2011 dan meninggalkan banyak cerita bagi warga Tomohon.

Pak Empis –  kawan seperjalanan mengajak kami sejenak singgah di pasar, “ Ada hal yang menarik yang harus dilihat disini” katanya sambil tersenyum. Kami melewati sebuah plang besar  berbentuk setengah lingkaran bertuliskan “ Pasar Beriman Tomohon “.Pasar Tomohon di bangun dengan bentuk lods-lods dan dikelompokkan berdasarkan jualan seperti pasar tradisional pada umumnya. “ Hari minggu. Pasar sepi. Orang-orang kebanyakan ke Gereja.” Kata pria asal Gorontalo ini sambil memarkirkan kendaraan.

Kami pun turun kemudian berjalan di sekeliling pasar melewati lods-lods penjual pakain dan sayur-sayuran. Pasar Tomohon adalah pasar tradisional yang tertata dengan rapi. Ketika membuka arsip foto-foto KITLV saya sempat menemukan foto-foto pasar Tomohon di tahun 1945. Pasar ini ternyata sudah berpindah sebanyak 5 kali. Awalnya Pasar Tomohon terletak di lokasi kota tua Nimawanua dengan landmark sebuah batang pohon Damar besar. Menurut beberapa sumber, pohon damar ini bertahan lama sampai akhirnya di tebang di Tahun 1960.

Tahun 1852, Pasar Tomohon dipindahkan ke Paslaten disertai dengan pembangunan gudang kopi oleh Residen Manado – Reiner Scherius. Pada masa itu perdagangan di pasar Tomohon dikuasai oleh orang-orang Borgo dan orang-orang Tionghoa. Nicolaas Graafland seorang penulis Belanda pernah mengkritik salah satu etnis yang menguasai perdagangan karena menganggap mereka terlalu banyak mengambil untung dari orang-orang Minahasa yang tidak terlalu pandai berdagang.Di masa itu sebagian orang Minahasa lebih senang menukar barang (barter) walaupun rugi. Pasar Tomohon kemudian dipindahkan lagi ke Paslaten dan akhi rnya di tahun 1979 di pindahkan lagi ke samping Terminal  Beriman.

Petunjuk arah menuju lods  yang menjual aneka daging

Petunjuk arah menuju lods yang menjual aneka daging

Kami berjalan menyusuri lorong pasar. Dari kejauhan saya melihat sekumpulan anjing yang ditempatkan dalam kurungan beroda.  “Ngana terlambat hari so siang “ kata seorang bapak yang berada di depan lods menegur saya. Kami tiba lods daging denganberbagai hewan yang tak biasa untuk di komsumsi.

Lods Daging Extrim

Lods Daging Extrim

Orang Tomohon biasanya menyebut aneka macam daging dengan sebutan “ikang”.  Di tempat ini menjual daging Tikus hutan, Paniki (Kelelawar), Ular (Piton), Anjing, Babi, bahkan kalau beruntung bisa mendapatkan daging Kera, Biawak, Kuskus, atau kucing.

Lods pertama, menjual daging anjing. Pembeli bisa memilih anjing yang masih hidup atau yang telah dibakar. Proses anjing sampai siap untuk dijual : Anjing yang masih hidup dimasukkan ke dalam karung kemudian di-Toki. Toki dalam bahasa manado berarti dipukul. Konon anjing yang mati karena di toki rasanya lebih enak daripada yang disembelih. Setelah mati, anjing kemudian dikeluarkan dari dalam karung kemudian dibakar menghilangkan bulu halusnya. Proses pembakaran ini dilakukan dengan alat sederhana mirip dengan las. Setelah proses ini selesai, perut anjing di belah dan isi perutnya di keluarkan.

Anjing-anjing yang menunggu eksekusi

Anjing-anjing yang menunggu eksekusi

Karena tidak biasa melihat proses seperti ini ditambah dengan aroma –aroma yang menyengat , perut saya mulas dan kepala sedikit pusing. “Pernah sekali saya mengantar orang ke sini dan orang itu rupanya tidak tahan. Sampai muntah-muntah dia “ Pak Empis berbisik ke telinga saya.

Selain sebagai binatang peliharaan, anjing masih diternakkan dan disembelih sebagai sumber protein di beberapa tempat di dunia. Di  negara-negara yang menyayangi anjing sebagai hewan peliharaan, memakan daging anjing merupakan tindakan tabu dan melawan kebiasaan.

Di beberapa provinsi di Indonesia, daging anjing disantap sebagai sumber protein baik secara terang-terangan maupun diam-diam. Dalam makanan Manado, daging anjing dikenal sebagai “RW” (singkatan dari “rintek wuuk” yang dalam bahasa Tombulu berarti bulu halus). Masakan Batak juga mengenal masakan daging anjing, walaupun daging anjing yang berkode “B1” bukanlah makanan yang paling populer dalam kuliner Tapanuli. Di Solo, Sate Jamu atau Sengsu adalah sebutan untuk sate dan tongseng daging anjing

Setelah dibakar, isi perutnya dikeluarkan

Setelah dibakar, isi perutnya dikeluarkan

Selain anjing, tempat ini juga menyediakan daging kucing. Kucing-kucing tersebut juga telah diberi berbagai macam bumbu tradisional. Satu ekor kucing dijual dengan kisaran harga Rp 100 ribu. Kebanyakan yang menyenangi kucing adalah anak muda. Biasanya daging kucing merupakan “cemilan” yang dinikmati dengan minuman tradisional cap tikus.

Salah satu daging yang paling banyak dijual adalah daging tikus.daging tikus yang dikonsumsi orang Tomohon adalah jenis tikus hutan berekor putih.Para penjual harus meyakinkan pembeli bahwa yang dijualnya adalah tikus ekor putih, dengan cara menyisakan ekor-ekor tikus yang berwarna putih walau tikus sudah dibakar. Satu ekor tikus dihargai sepuluh ribu rupiah

Paniki (kelelawar) yang sudah dipisahkan dengan sayapnya

Paniki (kelelawar) yang sudah dipisahkan dengan sayapnya

Menurut masyarakat setempat, hanya babi dan anjing yang cukup umum dikonsumsi di wilayah Sulawesi Utara. Kucing dan tikus merupakan bahan masakan khas Tomohon saja.

Di  Tomohon issue-issue bakso yang dioplos dengan daging tikus atau celeng mungkin tidak akan laku. Budaya dan agama menjadikan pembenda tentang memperlakukan binatang. Orang India mengganggap sapi adalah hewan suci namun di Indonesia, sapi adalah hewan kurban. Bagi sebagian besar kita,menu burung adalah hal yang biasa namun bagi orang-orang eropa, burung adalah hewan yang tidak untuk dimakan.

Budaya kuliner Tomohon memang unik. Lain ladang lain ilalang, lain lubuk lain ikannya. Bagi tempat lain, konsumsi ular, tikus, atau binatang-binatang lain memang tidak lazim.Sebuah budaya memang jika disamakan dengan tempat lain pasti akan menimbulkan gesekan dan benturan. Memang benar pepatah mengatakan, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

Jika anda tidak dilarang memakan segala jenis daging yang disebutkan di atas, ketika balik ke Manado, mampirlah di Tinoor. Di daerah lereng gunung dengan pemandangan Kota Manado ini, berderet rumah makan dengan menu yang ekstrem tadi dengan harga yang terjangkau.

“Jangan mengaku ke Manado bila belum 4B; bunaken, bubur, bibir dan B1-B3“ celetuk Pak Empis dengan gaya bergurau. Ada-ada saja.

8 Comments - Add Comment

Reply