Perlukah masang genset di rumah

Dengan terjadinya krisis listrik akibat kebutuhan listrik yang meningkat namun tidak barengi dengan ketersediaan daya listrik.Salah satu cara yang di tempuh untuk mengurangi kebutuhan listrik yaitu dgn program penghematan listrik 17-22 yang banyak iklannya di TV.

Program itu dah banyak di dengung kan tapi secara aktual yang namanya listrik yang tiba-tiba padam sangat sering terjadi,saking seringnya bisa terjadi tiap hari.Kadang-kadang dengan sedikit beradab di beritahukan lewat media bahwa akan di lakukan pemadaman bergilir tapi sering juga listrik mati tiba-tiba tanpa pemberitahuan.Sepertinya parameter keberhasilan program ini bisa di lihat dari kondisi ini.

Sa sebagai Rakyat Jelata sangat membutuhkan listrik.Tetangga sa juga,om dan tante sa juga.semua orang lah.Nonton pertandingan bola tim favorit bisa jadi batal kalo listrik tiba-tiba padam.banyak usaha yang ngak bisa beroperasi kalo listrik padam.

Sebagi temporary solution,sa mengusulkan untuk menggunakan genset.Genset di sini adalah penyuplai power bila listrik padam tapi asal membeli genset bukan merupakan tindakan bijak.Genset terlalu besar dayanya bisa mengakibatkan pemborosan,terlalu kecil juga tanggung karena tetap aja beberapa alat listrik ndak bisa di pakai.

Bagaimana memilih genset :

  1. Hitunglah kebutuhan listrik yang akan di pergunakan,Misalnya :8 buah lampu 60 watt,AC 2 PK,TV,Radio,Kulkas.untuk memudahkan penjumlahannya semuanya di konversi ke dalam satuan yang sama.Kalau ngak mau repot lihat aja kapasitas daya listrik yang terpasang di rumah.
  2. Setelah kebutuhan listrik di ketahui maka ini lah saatnya untuk menentukan berapa besar daya genset yang di butuhkan.Misalnya kebutuhan listrik di rumah si Budi adalah 900 VA maka genset yang di butuhkan sekurang-kurangnya sama atau sedikit lebih besar dari 900 VA sebagai spare misalnya untuk mengantisipasi kalo-kalo ada teman yang datang nonton bola sambil bawa TV sendiri.
  3. Nah kalo gensetnya sudah ada maka untuk memfungsikan genset tenaga sekunder maka butuh sedikit instalasi pada sistem listriknya,perangkat yang di pasang di sini adalah switcher untuk mengaktifkan kapan daya listrik di pergunakan dan kapan dayanya menggunakan genset.Ada juga perangkat tambahan seperti alarm yang gunanya ngasih tau kalo listrik udah nyala lagi.Sebagai tambahan sebenarnya ada alat otomatis untuk melakukan fungsi ini tapi harganya agak mahal.
  4. Nah setelah instalasi selesai genset sudah dapat digunakan.
  5. Carilah genset yang menggunakan bahan bakar yang mudah di dapatkan di sekitar rumah,sebab ada genset yang menggunakan solar adapula yang menggunakan bensin.Kalo ada yang pake air itu lebih bagus lagi hehehehehe.
  6. Kalo bisa pilih genset yang “soundproff” biar suaranya tidak menganggu tetangga,kerabat,jiran dan handai tolan.Beberapa produsen genset sudah menyediakan tipe yang soundproff.
  7. Letakkan genset di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak (kayak obat aja…)biar ngak di maling orang,kalau mau lebih aman letakkan saja di rumah sa (hehehehehehehe)
  8. Kalao mau menghasilkan uang,listriknya di jual ke tetangga.Hati- hati loh coz kalau ketahuan PLN bisa kena hukum coz setahu saya yang boleh jualan listrik ke masyarakat cuman PLN.

Supaya lebih familiar,berikut sa lampirkan gambarnya :

genset

( ini pict genset 9,5 Kva)

alarm

(alarm yang ngasih tau kalo listrik dah idup)

Photobucket

(switcher untuk mengatur kapan pakai listrik PLN atau genset)

instalasi

(sambungan dari MCB ke switcher..sayang kurang rapi)

5 Comments - Add Comment

Reply