Sengatan wangi kopi dari Pasar Toddopuli

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.

Malam mulai larut namun Yusuf masih setia memainkan jari-jarinya di atas komputer jinjingnya.” Pulang ? ” ucap saya sambil mendatangi mejanya.” oh iya, sebentar lagi. Sedikit lagi kerjaan ini selesai” ujarnya sambil menyeruput kopi susu yang hampir habis. Geliat hidup di warung kopi memang seakan tak pernah berhenti. Dari pagi hingga pagi lagi banyak yang masih setia di sana. Warung kopi itu seperti cermin. Cermin dari wajah kota.

warung_kopi

 

Kami baru pindah setahun terakhir ini ke Kota Makassar. Bagi saya yang nyaris sembilan tahun baru “pulang kampung”, ini adalah hal yang sudah dinantikan sejak dulu.Namun bagi istri,selain pindah dari kota kelahiran juga berpindah dari lingkungan perumahan yang tidak terlalu rame di pinggiran kota ke lingkungan perumahan di tengah kota.masing – masing punya cerita sendiri.

Setiap kota punya cerita tentang tradisi minum kopi dan warung kopinya sendiri. Dulu di masa kuliah,kopi merupakan kawan begadang yang setia menemani ketika mengerjakan tugas-tugas besar.Terkadang diminum beramai-ramai sambil duduk di pinggir kanal.seingat saya warung kopi di ujung jalan boulevard termasuk yang paling ramai.Beberapa lagi warung kopi mewah di dalam mall.Warung kopi itu punya kelas sendiri. Dari yang mewah sampai kaki lima.Bicara soal warung kopi,Saya belum menemukan data yang persis menyebutkan jumlah warung kopi yang ada di Makassar.Di setiap sudut jalan warung kopi paling gampang di temui. Disekitar rumah saya saja jumlahnya lebih dari sepuluh.

Tinggal dilingkungan yang punya lebih dari sepuluh warung kopi punya keasikan sendiri.Sekian lama saya tidak punya alasan untuk memasang internet di rumah ataupun sekedar hanya membeli modem. Warung kopi cukup memberikan solusi ketika saya butuh koneksi internet dan tempat bekerja tanpa ganguan sedang istri lebih senang mengakses internet dari perangkat mobile. Di saat bosan menonton pertandingan bola sendiri, Warung kopi bisa menghadirkan suasana yang ramai. Hampir setiap warkop rata-rata punya fans base klub bola sendiri. Bukan cuma pertandingan bola, Nonton balap mobil dan motor pun terasa asik di lakukan di warkop. Mau update berita politik lokal ? cukup pesan segelas kopi dan dengarlah obrolan dari meja samping.

Seperti saya, setiap orang punya alasan tersendiri untuk duduk berlama-lama di warung kopi.Hampir setiap warkop punya racikan kopi sendiri. Kopi di warkop yang satu belum tentu sama dengan warkop yang lain. Bagi petualang rasa dan penikmat kopi tentu saja hal ini adalah keasikan tersendiri.Biasanya ada istilah tipis, sedang dan tebal, Ukuran ini berlaku untuk tingkat kekentalan dari kopi yang disajikan. Bila memesan tebal misalnya maka bahannya akan di racik serba kental mulai dari kopi sampai susu.

Hal apa yang bisa membuat orang bisa berlama-lama duduk di warung kopi ? Salah satunya obrolan.Obrolan biasanya dipengaruhi oleh segmentasi pengunjung warkop. Warkop yang ramai di kunjungi oleh aktivis LSM,pengurus partai atau anggota legislatif maka topik yang hangat dibicarakan adalah politik. Uniknya, ada semacam aturan tak tertulis untuk tidak saling menggangu. Saya pernah melihat dua team sukses yang rapat hanya bersebelahan meja. Tidak ada saling menggangu, tidak ada saling cela, semua sibuk dengan urusan masing-masing. Adalagi warkop yang pengunjungnya kebanyakan pengusaha, orang cari yang peluang bisnis, makelar proyek dan pecandu MLM. Obrolan hangat tentu saja adalah seputar bisnis dan proyek. walau terkadang senyum mengambang ketika mendengar pembicaraan bisnis yang berputar di duit milyaran ketika gelas kopi masih penuh,duit puluhan juta ketika kopi sisa tersisa setengah dan berakhir dengan meminta traktiran ketika kopi telah habis.Seorang teman SMA saya malah menjadikan warkop tempat untuk menjemput bola. Nguping-nguping pembicaraan meja sebelah, ada jasa yang bisa di sediakan, bila terjadi kesepakatan maka pekerjaan pun segera dilaksanakan. sesimpel itu.

Datang ke warkop tidak melulu hal tentang urusan minum kopi. Sebagian warkop sudah menyediakan fasilitas yang bisa membuat pengunjung betah berlama-lama di sana. Fasilitas Wifi boleh dikatakan merupakan hal yang nyaris wajib ada di setiap warkop. Domino,koran dan papan catur juga kerap tersedia. Bagi mereka yang bekerja di luar kantor,warkop merupakan solusi alternatif tempat kerja. pengunjung warkop seperti ini biasanya duduknya sendiri,terkadang berdua.Meja penuh dengan kertas catatan bahkan printer juga kadang ikut menemani.

kenapa orang masih datang ke warung kopi ? bukankah di rumah bisa bikin kopi sendiri. Lebih Murah lagi.

Warung kopi bukan hanya tempat untuk menikmati kopi. Warung kopi itu salah satu media berkumpul,melempar wacana,menangkap peluang. Mungkin untuk sesuatu yang serius atau hanya sekedar update status dan blogwalking seperti yang sedang saya lakukan saat mengerjakan posting ini. Jadi, Sudahkah anda ke Warkop hari ini ?

Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri

 

 

 

 

 

 

 

5 Comments - Add Comment

Reply