Tukang Parkir, Tolonglah…

Saya ingin memulai post ini dengan memberikan gambaran 3 jenis tukang parkir yang umum kita ketahui di Indonesia

1. Tukang Parkir Profesional

Biasanya di sebut profesional parking.Dinaungi oleh perusahaan yang memang bergerak dalam melakukan pengelolaan perparkiran.Area kerjanya biasanya mall,hotel dan kawasan perkantoran elit. Berseragam,rapi dan santun merupakan ciri khas tukang parkir ini. Begitupun cara kerjanya, profesional seperti dengan namanya.

 

 

 

 

 

 

 

2. Tukang parkir retribusi daerah.

Ciri khasnya rompi orange,lokasi kerjanya biasa di tempat-tempat yang ramai bisa mall,pertokoan,bank dan pasar.Bekerja dengan baik,mengatur kendaraan dengan baik plus kadang memberikan penutup kardus pada sadel motor bila panas dan mengelap sadel motol bila sedang hujan.Pada jalan yang ramai membantu untuk menyeberangkan kendaraan bila akan menuju arah berlawanan

 

 

 

3. Tukang parkir abu-abu.

Wilayah kerjanya di daerah yang tidak tercover oleh dua jenis tukang parkir sebelumnya. Tidak ada seragam. Banyak yang baik dan memberikan pelayanan seperti halnya tukang parkir retribusi tapi banyak juga yang hanya muncul pas kendaraan mau keluar saja.tarif parkir sama seperti petugas parkir retribusi.Bila sudah menerima uang parkir biasanya akan langsung pergi walaupun posisi kendaraan masih butuh panduan untuk keluar dari posisi parkir.

 

 

 

 

Saya sering bermasalah dengan tukang parkir jenis ketiga ini.Tanpa bermaksud untuk mengeneralisir,sebagian dari tukang parkir type ini terkadang menyebalkan.Sekedar menurunkan penumpang saja mereka datang menagih uang parkir. Bayarlah dengan uang pas kalo tidak mereka tidak ada kembalian jadi anda harus rela menyerahkan seluruh uang yang anad berikan. Pas masuk untuk parkir mereka tak nampak. Kalau tempatnya lapang  masih enak untuk parkir.Tapi kalau tempatnya ada motor atau barang-barang yang menggangu untuk parkir biasanya mau tak mau yang akan parkir turun dulu merapikan motor dan barang-barang tersebut untuk sekedar memperoleh ruang .Nah pas sesi akan keluar parkir ini yang paling tidak mengenakkan.Entah darimana datangnya mereka datang dan langsung menagih parkir. Hal ini terjadi walaupun tidak di semua tempat.

Reaksi dalam menghadapi situasi ini cukup beragam.Ada yang tetap memberikan uang parkir namun ada yang menolak. Kalau sudah di tidak di beri uang maka si tukang parkir akan mengomel bahkan mungkin saja merusak kendaraan.Sudah rahasia umum kalo tukang parkir seperti ini adalah preman yang merangkap jadi tukang parkir. Saya pribadi agak malas untuk ribut-ribut gara-gara uang parkir sebesar 2000 rupiah itu. Tapi kalo kelakuan tukang parkir menjengkelkan,kadang-kadang emosi jiwa susah di kendalikan juga.

Saya ingin share dua pengalaman yang kurang menyenangkan mengenai tukang parkir.

Suatu pagi saya datang ke pasar untuk berbelanja.kondisi pasar cukup ramai dimana motor-motor terparkir tidak teratur.Tidak ada tukang parkir terlihat di sana.Dalam kondisi tidak mendapatkan tempat untuk parkir akhirnya saya turun mengatur beberapa motor sehingga akhirnya mendapatkan space untuk parkir.Setelah aktivitas berbelanja selesai,saya memutuskan untuk pulang. Ketika keluar parkir tiba-tiba muncul seseorang bertampang preman  menyetop motor saya dan meminta uang parkir.Emosi saya langsung muncul. Motor saya lajukan agak kencang ke arahnya.Si tukang parkir abal-abal melompat menghindar namun sempat meraih tangan saya walaupun terlepas.Motor sempat saya hentikan sejenak melihat reaksi shocknya.Tak lama saya pun pergi karena semakin lama berada di tempat itu bisa saja hal yang tidak di inginkan terjadi.

Pengalaman kedua,masih di sebuah pasar.Saya sedang dalam kondisi terburu-buru ketika masuk ke areal parkir.Tukang parkir cuman ngasih tau kalo di ujung sana ada tempat yang kosong.Mobil saya mundurkan dan tiba-tiba brakkk… Sebuah kios yang berjualan tuak dan bir miring terkena bemper mobil saya.Entah siapa yang memberikannya ide untuk gelar lapak di tempat parkir.botol -botol berisi tuak dan bir tergeletak pecah. Kemana si tukang parkir ? Hilang.

Masalah perparkiran memang memiliki kompleksitas tersendiri.Ini menyangkut pihak-pihak yang ada di dalamnya baik itu pemerintah,pengelola parkir sampai ke tukang parkir dan tentu saja kita sebagai masyarakat penggunanya.Saya sering kali memberikan uang parkir dua atau tiga kali lipat dari tarif resmi.Saya ikhlas karena sebagai pengguna saya merasa terbantu dan puas karena menerima layanan yang baik.

Untuk tukang parkir yang baik saya ucapkan terima kasih atas bantuan anda selama ini dan untuk tukang parkir yang menjengkelkan, Tolonglah…. ubah sikap anda.

 

 

 

8 Comments - Add Comment

Reply