Memahami kembali Golden Circle

“People don’t buy what you do, they buy WHY you do it.”

Simon Snek – Golden Circle

Pagi itu, gerimis kecil datang disaat saya sedang dalam perjalanan menuju Hotel Aryaduta, kawasan Losari Makassar. Pagi itu saya datang sebagai peserta lomba design antar netizen yang dilaksanakan oleh KOMINFO.  Saya tidak punya background design namun saya menyenangi dan menikmati hasil karya-karya design.

Sebelum lomba design akan ada workshop design terlebih dahulu.  Inilah jadi alasan pertama saya datang. Pematerinya adalah Mas Hari Prast. Belakangan baru saya ketahui bahwa beliau adalah orang yang berada dibalik “Karya adalah doa”. Sebuah akun instagram yang menjadi favorit saya karena karya-karyanya yang segar dan sarat makna. Kedua, Kopi darat dengan teman-teman Komunitas Blogger Anging Mammiri Makassar. Teman-teman yang setiap hari saling menyapa, bersenda gurau melalui group aplikasi chatting. Ketiga, hari itu tidak ada pekerjaan yang mendesak yang harus diselesaikan.

Peserta didominasi oleh mereka yang berkecimpung di Desain Komunikasi Visual (DKV). Praktisi, mahasiswa, dosen DKV. Beberapa diantaranya saya kenal. Selain tentu saja teman-teman Blogger yang ikut menjadi peserta.

Golden Circle

Golden Circle muncul di salah satu slide materi presentasi workshop yang dibawakan oleh Mas Hari Prast dan Mas Aditya. Graph ini pertama kali saya ketahui dari salah satu TED talks yang dibawakan oleh Simon Sinek. Saya bahkan mendownloadnya. Menyimpannya dalam harddrive dalam waktu yang cukup lama.

Awalnya saya fikir Golden Circle hanyalah sebuah metode komunikasi. Namun ternyata bisa juga dipakai sebagai metode penyampaian sebuah karya. Bukankah sebuah karya adalah sebuah metode komunikasi yang menyampaikan sebuah maksud?

Sebelum melangkah ke Golden Circle, mari kita lihat beberapa contoh fenomena yang terjadi:

  • Apple terkenal sebagai pencipta produk-produk yang inovatif padahal perusahaan yang sama juga memiliki sumber daya yang sama dimiliki Apple.
  • Martin Luther King adalah Pejuang persamaaan hak asasi sipil yang terkenal padahal dia bukan satu-satunya orang yang mengalamai perlakuan tidak baik dan bukan satu-satunya orator handal yang ada di Amerika saat itu.
  • Wright Bersaudara dikenal sebagai pencipta pesawat terbang padahal pada saat yang sama ada orang lain yang didukung finansial yang besar, team yang cerdas namun tidak berhasil

Fenomena-fenomena semacam itu menggelitik, Simon Sinek melakukan pengamatan dan pada akhirnya menemukan bahwa ada kesamaan pattern pola komunikasi dari setiap individu pemimpin semacam Martin Luther ataupun leading organization semacam Apple. Pola komunikasi tersebut ternyata bertolak belakang dengan orang lain atau organisasi lain pada umumnya..

Memahami kembali Golden Circle 2
Golden Cicle dari Simon Sinek

Dalam keluar atau Keluar ke dalam

Kenapa saya harus membuat karya ini? Apa yang ingin saya sampaikan melalui karya ini? Kepada siapa karya ini saya sampaikan?

Beberapa orang berkarya hanya karena ingin berkarya. Perkara disukai atau tidak sukai orang, adalah urusan belakang. Hal itu mungkin bisa menjadi salah satu tujuan dari berkarya. Namun ada pertanyaan besar  yang seharusnya terjawab sebelum memulai. Sebuah alasan yang mungkin saja berisi kegelisahan, ide, pandangan, pemikiran yang ingin disampaikan kepada orang lain. Sehingga nantinya ada hasil yang jelas yang dapat dipahami orang lain dengan mudah.

Golden Circle sebuah kaya (Diambil dari materi presentasi Mas Hari Prast)
Golden Circle sebuah karya (Diambil dari materi presentasi Mas Hari Prast)

Pola komunikasi karya yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda pula.

Mari kita perhatikan dua pola komunikasi ini:

Contoh 1: Kami sudah menciptakan sebuah computer yang sangat bagus (WHAT). Designnya indah dan gampang untuk digunakan (HOW). inilah alasan mengapa anda harus memiliki computer ini (WHY)

Contoh 2: Apapun yang kami kerjakan , kami percaya untuk terus berpikir secara berbeda dan menantang kemapanan lain (WHY), Itulah sebabnya kami membuat komputer dengan desain yang baik dan mudah digunakan (HOW). Kami baru saja meluncurkan salah produk computer yang sangat bagus, tertarik memilikinya? (WHAT)

Kira-kira manakah pola komunikasi yang efektif?

Contoh 1 cenderung mendikte penerima informasi dan kebanyakan orang tidak suka didikte, keunggulan yang disampaikan tidak serta merta menjadi sebuah fakta yang bisa langsung dipercaya oleh penerima informasi sebaliknya contoh 2 mengemukakan alasan dan tujuan kenapa sebuah karya dibuat sehingga pesan akhir yang diterima utuh oleh penerima informasi.

Dengan pola semacam itu , apakah kita akan membeli komputer tersebut ? Kemungkinan besar ya. Mengapa? Karena kita diyakinkan oleh believe-nya Apple. Selain itu, dapat dilihat dari efektifitas komunikasi. Contoh 2 tidak perlu terlalu repot untuk menjelaskan kembali apabila mereka akan membuat karya yang lain. Hal ini karena penerima informasi sudah mengerti dari awal alasan dibuatnya sebuah karya/produk.

“People don’t buy what you do, they buy WHY you do it.”

Membuat sebuah karya yang menyesuaikan dengan struktur otak manusia

Memahami kembali Golden Circle 3
Golden Circle dan Otak Manusia

Pendekatan Golden circle berusaha untuk menyesuaikan dengan struktur otak manusia yang terdapat dua bagian penting:

  1. Neocortex: Bagian yang berhubungan dengan pemikiran rasional, analisa dan Bahasa (WHAT)
  2. Lymbic : Bagian yang berhubungan dengan perasaan, kepercayaan, kesetiaan dan pengambilan keputusan (HOW dan WHY)

Dengan melakukan pendekatan pola komunikasi yang menyentuh lymbic maka akan memengaruhi pengambilan keputusan dan mempengaruhi sebuah karya dapat diterima. Pendekatan ini berusaha membuat penikmat karya melihat nilai-nilai apa yang ingin diperlihatkan oleh pembuat karya.

Wright Vs Lanley

Wright bersaudara berada dalam sebuah era yang sama dengan Samuel Pierpoint Lanley dalam proses penciptaan mesin terbang atau pesawat. Walaupun ada juga beberapa sumber yang menyebutkan bahwa Wright terinspirasi dengan Lanley dalam membuat pesawat.

Lanley pada saat itu mendapatkan suntikan dana besar dari Kementerian Pertahanan, merekrut team yang terdiri dari orang-orang cerdas dari berbagai universitas dan memiliki ketenaran. Kemanapun dia pergi para wartawan terus mengikutinya. Diatas kertas, Langley memiliki cukup sumber daya yang memadai untuk mengantarkan dirinya menjadi orang yang pertama bisa membuat pesawat.

Wright mendanai proses penemuannya dari uang pas-pasan di toko sepeda yang mereka miliki, mereka tidak memiliki pekerja yang mengeyam pendidikan perkuliahan bahkan termasuk Wright sendiri dan tentu saja mereka tidak terlalu dikenal.

Disinilah kemudian faktor WHY memainkan perannya. Wright dan teamnya percaya apabila mereka bisa menemukan mesin terbang maka mereka bisa mengubah dunia. Hal ini membuat mereka bekerja dengan penuh motivasi dan terus mencoba sekalipun mereka harus melewati banyak kesulitan. Sedangkan Lanley dan teamnya cenderung termotivasi dengan uang dan ketenaran yang mereka dapatkan dalam bekerja.

Hasilnya seperti yang kita ketahui bersama. Wright bersaudara adalah orang pertama yang membuat mesin terbang. Alih-alih membantu Wright menyempunakan penemuannya, hari dimana Wright berhasil menerbangkan pesawat untuk pertama kalinya Lanley berhenti karena dia bukan orang pertama lagi yang berhasil menerbangkan pesawat.

Golden Circle adalah sebuah metode untuk menyampaikan maksud melalui karya dan komunikasi. Menurutmu, apakah ada metode penyampaian lain yang bisa lebih efektif? (Adda)

29 Comments - Add Comment

Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.