Menapaki Jalan Langit

  • Asdar Azis

    Adda merupakan nama panggilan di rumah dan orang-orang terdekat.Lahir dan dibesarkan di Sulawesi Selatan,Kuliah di Kota Makassar dan Bandung,Bekerja berpindah-pindah,saat ini tinggal di Kota Palembang,senang begadang dan minum kopi susu,senang tertawa,dan memiliki cita-cita yang tinggi

Archive for the ‘Opini’ Category

Back to Business

Monday, December 14th, 2009

Photobucket

Tergoda untuk upgrade ke versi 2.8, tanpa tanya-tanya akhirnya sa memutuskan sendiri untuk melakukan upgrade dengan fasilitas auto update.Hasilnya benar-benar di luar dugaan.beberapa fitur jadi hilang tak berbekas,Mo posting malah layout postnya jadi ngaco.Tragis benar…..

Ditengah keterbatasan pengetahuan tentang syntax-syntax HTML akhirnya sa coba sendiri untuk melakukan perbaikan,Coba – coba ngedit script dan sebagainya namun hasilnya nihil.Dan akhirnya tinggallah blog ini kesepian tanpa update selama beberapa bulan di tambah kesibukan di tempat kerja yang membuat tiap hari harus pergi pulang malam sehingga lengkap sudahlah alasan untuk tidak di update.

Namun semuanya itu sudah berakhir kemaren.Di sela- sela perbincangan minggu pagi  dua orang ayah muda ,sa dan Bair, akhirnya blog ini kembali lagi.

dan sekarang… “ We Back to Business

Survive our schedule

Friday, May 22nd, 2009

Sa pribadi selalu kagum dengan blogger-blogger yang diantara kesibukannya yang super duper padat masih sempat mengisi blog pribadinya dengan tulisan-tulisan yang bagus dan bermutu.Jauh di lubuk hati Sa ingin sekali seperti itu juga… Insya Allah.

Sa memang saat ini baru belajar pada mereka semua.Kesibukan sa akhir-akhir ini berhubungan dengan “kontrak” saya di tempat lama akan habis di bulan Juni.Dan berhubung tempat berlabuh sa yang baru nanti Insya Allah ada tanggung jawab yang lebih besar dari yang sebelumnya maka minggu-minggu terakhir ini diisi dengan proses belajar yang terus terang menguras tenaga,fikiran dan emosi sa.Semoga apa yang di jalani sekarang ini mendapat keberkahan dari-Nya.

Oh ya… sejak dulu sa biasa melihat kesedihan rekan-rekan sa yang terpaksa jauh dari keluarga demi mencari rejeki.Apa yang terjadi bulan bulan terakhir ini sa akhirnya membuat sa semakin mengerti.Ketika sa harus tugas ke luar daerah, kerinduan terhadap buah hati tentu semakin terasa.Seorang teman suatu saat beranekdot “kalau kita melihat anak kecil maka anak sendiri  langsung teringat… tapi kalau lihat isteri orang kadang istri sendiri jadi terlupa.”

oh ya… sudahkah anda menelpon / bercengkrama dengan keluarga anda hari ini ?

Seribu Tiang Seribu kenangan di Tengah kota Jambi

Friday, April 17th, 2009

Minggu ini sa mendapatkan tugas yang mendadak di Jambi.Di akhir perjalanan sa menyempatkan diri untuk singgah di sebuah Masjid yang terkenal di kota Jambi.Masjid ini adalah Masjid Agung Al Falah atau yang biasa di sebut sebagai masjid seribu tiang.

Sebenarnya tiang masjid ini bukan seribu namun hanya 256 saja.Di bangun tanpa dinding dan pintu kecuali dinding bagian depan di padukan dengan tiang-tiang yang terbuat dari tembaga dan kuningan serta ukiran-ukiran yang cantik membuat Masjid ini menjadi unik dan menarik.

Photobucket

Menara Masjid Agung Al Falah Membelah langit kota Jambi

Photobucket

Loh pintu sama dindingnya mana ya ????

Photobucket

Tiang Masjid yang terbuat dari kuningan…kayak emas ya..

Photobucket

Tiang dari kuningan dibuat mengelilingi kubah

Photobucket

Lampu Gantung besar di tengah Masjid

Photobucket

Tiang dan dinding depan yang berukir

Photobucket

Ibu-ibu lagi pengajian

Photobucket

Ini neeh Ukiran dan Kaligrafi dari kuningannya

Photobucket

Wow bagus banget ya