Kisah ruang kecil yang disebut kantor

Ketika memutuskan untuk “bersolo karir” beberapa bulan lalu,masalah tempat untuk bekerja adalah hal yang cukup menyita perhatian saya. Saat dimana rumah mungil kami harus berbagi tempat dengan usaha yang baru akan saya tekuni.Sempat terfikir untuk menyewa tempat saja.namun dengan kondisi keuangan dan beberapa tagihan yang masih harus di bayar tiap bulan membuat keinginan itu saya simpan saja.

Setelah berdiskusi dengan istri,akhirnya sebuah kamar berukuran 3 x3 m pun secara resmi menjadi kantor saya.Itupun hanya saya peroleh setengahnya saja karena sehari hari kamar ini adalah ruang sholat dan tempat meletakkan sebuah lemari pakaian.Tidak masalah karena saya masih single fighter dalam artian memegang seluruh jabatan dari manager sampai office boy.

Bagaimana kemudian membuat ruang sempit ini menjadi tempat yang nyaman untuk bekerja dengan budget yang terbatas.Pilihan pertama yaitu mencari barang-barang yang ada dalam rumah dan bisa untuk digunakan. Tentunya dengan seijin istri yang bertanggung jawab untuk menjaga rumah tetap apik.

Untuk pemilihan furniture,pilihan saya jatuh ke sebuah meja kerja yang saya beli dalam lelang barang ketika kantor saya pindah.seingat saya harganya 200 rb.Sehari hari hanya tempat meletakkan beberapa barang dan makanan.Barang-barang di atasnya ternyata bisa di pindahkan ke tempat lain dan jadilah meja itu jadi meja kerja saya.Untuk rak penyimpanan saya memilih untuk menggabungkan dua rak yang kakinya rusak dan setelah selesai ternyata tingginya sama dengan meja tadi.

Saya masih butuh tempat untuk menyimpan buku dan beberapa dokumen,ban bekas mobil nampaknya bisa menjadi solusi. Ditengahnya saya potong beberapa bilah papan yang dicat hitam berfungsi sebagai support dan jadilah rak gantung bulat.

Foto copy,scan dan printer adalah tools yang di butuhkan untuk kegiatan di kantor.Untungnya di pasaran ada satu alat untuk mengakomodasi keseluruhan fungsi tersebut.Harganya cukup terjangkau dan yang pasti tidak makan banyak tempat.

Setelah ditata ternyata hasilnya lumayan juga.Setidaknya untuk ukuran kenyamanan saya.

Moral of story : Kalo kita mau melihat di sekeliling dan mencari solusi maka tidak butuh budget yang banyak untuk membuat sebuah tempat menjadi nyaman untuk bekerja.

13 Comments - Add Comment

Reply