Dia yang terlebih dulu melangkah ke pintu itu

Kehidupan ini adalah sebuah nikmat yang wajib untuk di syukuri.Setiap masa dalam hidup pada saatnya akan berakhir dan ini adalah sebuah keniscayaan yang di lalui setiap manusia.Minggu ini,seorang yang secara emosional dekat dengan saya lebih dahulu menapaki akhir jalan hidup di dunia ini.Adalah sosok  keponakan saya Andi Asmara Dina.

Andi Asmara Dina adalah anak perempuan dari sepupu saya.Seorang wanita yang cantik umurnya masih 25 tahun.Masih muda.Kepergiannya begitu tiba-tiba.Suatu sore ketika sedang duduk di teras rumahnya tiba-tiba dirinya tidak sadar dan tidak pernah bangun lagi. Memang tahun-tahun terakhir ini beliau menderita sakit.Saat terakhir ketika bertemu dengannya pada lebaran tahun 2009 tubuhnya terlihat kurus karena penyakit yang di deritanya.Setahun sebelumnya dia juga kehilangan putrinya karena sakit.Allah sayang dengannya sehingga tidak membiarkannya lebih lama memikul kesedihan.

Kebersamaan yang paling banyak teringat dengannya adalah masa kecil.Kala itu saya dan keluarga tinggal di daerah yang berbeda sehingga waktu untuk bertemu adalah dalam acara keluarga.setiap ada acara keluarga menjadi sebuah momen yang sangat bahagia bagi kami semua.Selain ceria,beliau termasuk anak yang pintar.Keberhasilannya untuk diterima menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri tanpa tes adalah salah satu indikatornya.

Saya sedang berada di Palembang ketika menerima berita kepergiannya.Terus terang saya begitu sedih karena tidak dapat hadir di acara pemakamannya.Sebait doa yang terkirim semoga dpat menjadi penerang jalannya di sana.

4 Comments - Add Comment

Reply